E-Commerce Akan Dikenakan Pajak Seperti Apa Kata Sri Mulyani

Uncategorized

Kementerian Keuangan tengah lakukan kajian pengenaan pajak untuk transaksi perdagangan dengan on-line atau e-commerce yang sudah dilengkapi dengan cek resi bagi para konsumen. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, transaksi perdagangan dengan digital sendiri sesungguhnya dapat lebih gampang terdeteksi dibanding transaksi dengan konvensional

Akan tetapi, permasalahannya sekarang ini ada pada transaksi digital yang dikerjakan antarnegara, “Pemiliknya dimana, jualnya dimana, pajaknya bagaimana? Sisi penerimaan ini juga akan jadi sisi yang dinamis, ” tutur Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (21/8).

E-Commerce Akan Dikenakan Pajak Seperti Apa Kata Sri Mulyani

Staf Pakar Menteri Keuangan bagian Kepatuhan Pajak Suryo Utomo menyebutkan, sekarang ini hal itu masih tetap dikerjakan pengkajian dengan mendalam berkaitan jenis serta langkah transaksi seperti apa yang juga akan dipakai pajak.

Ditjen Pajak sendiri sudah mengerti ada alur pergeseran transaksi orang-orang dari konvensional ke on-line. ” Mudah-mudahan tidaklah terlalu lama kami dapat mendeskripsikan jenis transaksi serta bagaimana memajaki, ” kata dia.

Kepala Tubuh Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan, dalam kajian ini, pemerintah juga akan meyakinkan ada persamaan level of playing field pada aktor e-commerce dengan aktor usaha dengan konvensional.

“Sebagai jenis usaha yang baru, kami mesti cermati level of playing field termasuk juga perpajakanannya. Jadi ada pendalaman BKF serta DJP untuk saksikan langkah memajaki yang benar seperti apa? Untuk dorong industri tapi juga level of playing field dari jenis bisnisnya, ” ucapnya.

Pertumbuhan industri e-commerce indonesia diprediksi mencapi US$ 130M Pada Tahun 2020

Dengan perkembangan per th. menjangkau 50 %, belum juga pemakai smartphone yang selalu jadi membesar serta beragam pemain didalam ekosistem e-Commerce pada 2017.

iPrice memperkirakan paling tidak ada 5 point yang menarik di perhatikan pada ekosistem e-Commerce di Indonesia. Inovasi akan berlangsung di beberapa bagian, seperti tehnologi, logistik, serta segi perlu yang lain.

Lalu, seperti apa perkiraan untuk ekosistem e-Commerce di Indonesia pada th. ini? Untuk ketahuinya, simak pembahasannya berikut ini.

1. Pengiriman Super Cepat

Problem pengiriman barang yang lama sering jadi problem yang didapati pelanggan saat belanja on-line. Tetapi, mulai sejak th. lantas, problem itu makin lama mulai diatasi.

Sebagian aktor e-Commerce di 2016 sudah bekerja sama juga dengan penyedia service pengiriman barang. Satu diantaranya dikerjakan oleh Bukalapak yang menggandeng Go-Jek lewat service Go-Send.

Karena itu pada th. ini, e-Commerce diperkirakan juga akan makin konsentrasi tingkatkan service ini. Terutama, saat ini sudah banyak pemain logistik yang tawarkan service berbasiskan aplikasi.

2. Memakai Robot Chat

E-Commerce hingga saat ini masih tetap mempunyai divisi Customer Service untuk mengatasi semua jenis keperluan pelanggan. Bahkan juga untuk menguatkan servicenya, seringkali beberapa aktor mempersiapkan service customer sepanjang 24 jam.

Tetapi dengan hadirnya chatbot yang datang dari beberapa perusahaan tehnologi diprediksikan juga akan jadi trend baru didunia e-Commerce. Terutama, banyak customer memakai smartphone untuk bermacam kepentingan, hingga hadirnya chatbot bisa digunakan untuk tingkatkan hubungan dengan mereka.

3. Optimalisasi Smartphone

Kementerian Komunikasi serta Informatika memperkirakan pada 2018 jumlah pemakai smartphone aktif di Indonesia menjangkau 100 juta orang. Dengan jumlah itu, Indonesia juga akan jadi negara pemakai smartphone paling besar ke-4 didunia sesudah Tiongkok, India, serta Amerika.

Walau transaksi e-Commerce pada 2016 masih tetap didominasi PC, tapi pada 2017 keadaan juga akan beralih. Jumlah transaksi lewat smartphone diperkirakan juga akan menaklukkan transaksi dari PC.

Karenanya, dengan trend tingkah laku customer sekarang ini, aktor e-Commerce mesti dapat mengoptimalkan aplikasi mobile yang dipunyai. Sistem itu bisa diawali dengan optimalisasi UI serta UX, termasuk juga promo eksklusif untuk pemakai aplikasi.

4. Program Customer Loyalty

Berdasar pada penelitian, beberapa pelanggan yang memakai transaksi on-line menyebutkan ikhlas bertukar merk untuk kupon yang ada. Saat ini beberapa kupon juga telah disiapkan aktor e-Commerce untuk mensupport pengalaman belanja.

Pada th. ini, beberapa e-Commerce juga diprediksikan juga akan makin banyak tawarkan kupon untuk menarik semakin banyak customer. Beberapa kupon eksklusif di hari-hari besar untuk pemakai aplikasi semakin bertebaran pada 2017.

5. Pilihan Pembayaran Lebih Banyak

Satu diantara tantangan paling besar didunia e-Commerce Indonesia yaitu masih tetap rendahnya penetrasi kartu debet serta credit. Karenanya, beberapa kanal pembayaran alternatif, seperti transfer ATM atau bayar ditempat (Kontan on Delivery) masih tetap jadi pilihan.

Th. ini, aktor e-Commerce juga akan makin agresif untuk sediakan beragam alternatif system pembayaran yang bisa mempermudah pelanggan. Hadirnya beberapa e-wallet yang dipunyai perusahaan telekomunikasi serta startup bisa jadi pilihan pembayaran penambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *