Ary Ginanjar Agustian, Bulan Puasa Jadikan Proses Membangun Karakter Pribadi

Uncategorized

Ary Ginanjar Agustian Pendidikan Karakter 2

Terhindarnya manusia dari hawa nafsu pada Bulan Puasa dinilai Ary Ginanjar Agustian akan semakin menguatkan dan bukan mengurangi aktivitas. Karena itu, Presiden Direktur PT Arga Bangun Bangsa dan pendiri ESQ Leadership Center ini hendak menjadikan datangnya bulan suci Ramadhan sebagai momentum bagi menguatkan aktivitas.

Ary Ginanjar Agustian menganggap bila kewajiban untuk menahan diri dari lapar, haus, serta hawa nafsu semasa berpuasa, tidak boleh dijadikan sebagai sebuah alasan tuk setiap Muslim yang selagi menjalankannya untuk mengurangi pekerjaan sehari-hari. Menurutnya, seseorang yang sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa Ramadhan, ada dalam kondisi yang sungguh-sungguh prima.

“Kemudian, seseorang yang sedang berpuasa juga maka akan menurunkan atau bahkan menekan hawa nafsu yang ia miliki sehingga sudah semestinya seseorang tersebut bisa beraktivitas normal atau bahkan kurang lebih aktivitas pada hari sederhana, ” tutur pria dalam lebih dikenal publik sebagai seorang motivator ini untuk masyarakat

Contoh konkret yang diambil dari lelaki kelahiran Bandung,adalah pada waktu pukul 12. 00. Pada waktu itu, kata dia, biasanya seorang pekerja akan meluangkan waktunya untuk mencari makan. Sekarang, pekerja tersebut tidak harus repot mencari makan siang karena sedang berpuasa.

Menurutnya, hal tersebut akan menyajikan aktivitas sehari-hari menjadi ekstra efektif dan seseorang dapat melanjutkan pekerjaannya setelah melaksanakan ibadah shalat. Sayangnya, beragam orang di Indonesia dalam justru menjadikan Ramadhan selaku alasan untuk melarikan sendiri dari tanggung jawab, khususnya pekerjaannya.

Hal itulah dalam menjadi ketidaksetujuan suami melalui Linda Damayanti itu lantaran masyarakat seakan sudah terbiasa dengan kebiasaan tersebut. Apa lagi, saat ia mengingat lebih kurang kejadian besar, yang malahan terjadi pada bulan suci Ramadhan, yaitu Perang Badar dan Kemerdekaan Republik Indonesia. “Ramadhan bukan sebuah justification untuk mengurangi aktivitas, malahan Ramadhan akan menguatkan kegiatan kita, ” ujarnya.

Lulusan Universitas Udayana Bali itu memaknai Ramadhan sebagai seorang rangkaian panjang yang tidak terpisahkan untuk pembangunan prinsip. Makna dari bulan suci Ramadhan tersebut, menurut Ary Ginanjar Agustian, juga sesuai dengan dimana diperintahkan oleh Rasulullah, yaitu membangun akhlak, sehingga apa yang didapatkan yang seseorang setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan nanti yaitu karakter diri yang fitri.

Maka itu, pria dimana juga sempat menimba ilmu di Tafe College Down under tersebut menegaskan kalau bulan suci Ramadhan tidak cuma tentang ritual berpuasa atau menahan lapar, haus, kemudian hawa nafsu, tetapi juga sebagai momentum untuk membentuk dan membangun karakter data yang indah dan fitri. Pria yang sudah mulai berpuasa sejak di bangku sekolah dasar itu pun menyayangkan jika seseorang semata-mata memaknai Ramadhan sebagai routine.

Pengalaman menjalani bulan suci Ramadhan di Makkah, belasan tahun yang lalu, seperti Ramadhan yang paling berkesan bagi pria yang sempat mengajar mata kuliah strategi pendidikan karakter di Universitas Negeri Yogyakarta tersebut. Saking berkesannya, selama 10 tahun belakangan, ia selalu berjuang meluangkan tenaga dan masa untuk menjalankan ibadah puasa pada awal Ramadhan pada Makkah.

Mendekatkan diri untuk Allah SWT, mendirikan shalat Tarawih, menjalankan puasa, beserta berusaha menyucikan hati pas di depan Ka’bah, jadi momen yang paling berkesan bagi perancang konsep The particular ESQWAY 165 tersebut. Berbagai alasan yang membuatnya kerap ingin kembali ke Tanah Suci tersebut, ditambah juga karena ia bisa amat fokus dalam beribadah lantaran merasa lebih dekat akan Allah SWT.

Meski amet, penyuka timun suri tersebut menyebut kalau Ramadhan 1 thaun ini memang menjadi tantangan yang berat, baik lewat ekonomi maupun sosial. Perkara itu disebabkan kondisi masyarakat yang sedang dirundung melimpah masalah, di antaranya, persoalan narkoba dan buruknya ethical atau karakter dari seluruh individu. Maka itu, Ary berharap agar nilai-nilai dimana ada dalam diri orang mampu menghadapi permasalahan itu.

Ary juga memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai push spesial bersama keluarga serius melaksanakan shalat Tarawih. Ia selalu berusaha meluangkan sewaktu untuk melaksanakan shalat Tarawih berjamaah di rumah berbareng anak dan istrinya. Momen istimewa lainnya bersama keluarga yang ia rasakan ketika bulan suci Ramadhan merupakan menikmati santap sahur berbareng yang dianggapnya sebagai harapan terbaik selama sepanjang 1 thaun.

Peraih penghargaan Tokoh Perubahan Republika 2005 tersebut jua mengimbau umat Islam tuk tidak menyia-nyiakan Ramadhan, kecuali untuk menghasilkan karakter data yang lebih baik sebagai orang. Baginya, Ramadhan adalah harapan latihan yang diberikan oleh Tuhan yang wajib dimanfaatkan sebaik mungkin karena tidak muncul jaminan kalau seseorang tersebut bisa bertemu dengan Ramadhan pada waktu yang jadi datang.