7 Kebiasaan Buruk Saat Mudik Yang Harus Dihindari

Uncategorized

Mudik adalah kegiatan yang diantisipasi oleh masyarakat Indonesia selama Ramadhan. Namun, Anda tetap harus waspada saat kembali ke rumah, karena angka kematian akibat kecelakaan di Indonesia cukup mengesankan.
Realitas pahit ini, peringatan bagi semua pengguna jalan untuk mengemudi lebih hati-hati. Banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan di jalan, dari kendaraan yang tidak layak jalan, kondisi jalan yang berbahaya (penanda minimum, tanda dan penerangan), hingga pelanggaran lalu lintas.

Baca juga : Listening IELTS, IELTS Writing dan Speaking IELTS
Namun pada kenyataannya, tidak sedikit kecelakaan di jalan disebabkan oleh kebiasaan buruk pengemudi saat mengemudi. Masalahnya, kebiasaan mengemudi yang buruk ini umum terjadi di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Tanpa menyadari perilaku ini dapat menyebabkan kematian, tidak hanya untuk pengguna jalan lain tetapi juga untuk pengemudi sendiri. Berikut beberapa kebiasaan mengemudi yang paling berbahaya dan sering fatal!
1. Perlambat dalam Quick Circuit
Menurut peraturan lalu lintas, jalur paling senior digunakan untuk kendaraan yang lebih cepat atau pendahulu. Namun sebenarnya, banyak kendaraan bergerak perlahan di jalur kanan. Akibatnya, kecepatan kendaraan lebih cepat menjadi terhambat dan ada sedikit yang sebenarnya merupakan pelanggaran karena yang sebelumnya dari kiri.
2. Tanduk acak
Tujuan dari klakson adalah untuk membiarkan pengemudi lain di sekitar Anda untuk tindakan apa yang ingin Anda jalankan seperti jalan ke depan, mengganti atau mengubah jalur. Horning secara acak tanpa alasan yang jelas dapat memicu emosi pengendara lain atau terkejut untuk merusak konsentrasi pengemudi lain. Jangan membunyikan klakson saat diperlukan, dan juga singkat. Jangan terdengar tanduk terus menerus.
3. Tingkatkan Kecepatan Saat Anda Ingin Prioritas
Berikan mobil lain kesempatan untuk mengemudi di depan kendaraan Anda. Jangan mundur, tambahkan saja kecepatan. Mempercepat saat ada kendaraan sebelumnya, berpotensi menyebabkan kecelakaan. Terutama ketika kendaraan didahului dengan arah yang berlawanan. Berikan kendaraan lebih cepat sebelum Anda aman.
4. Tidak Memberikan Peluang Lain untuk Peluang
Anda benar-benar mengalami ini. Anda ingin mengubah jalur dan melihat kendaraan lain di belakang pada jarak yang aman dan berkendara dengan kecepatan yang sama. Ketika Anda meningkatkan kecepatan dan menyalakan lampu sein sebagai peringatan, kendaraan sebenarnya meningkatkan kecepatan dan menutup ruang tidak memberi Anda kesempatan untuk mengubah jalur. Tindakan ini sangat berbahaya, terutama jika ada kendaraan lain yang lebih lambat. Akibatnya, Anda tidak dapat memindahkan jalur untuk memimpin di depan lorong karena lorong digunakan dan menutup kendaraan lain yang cukup jauh.
5. Lupakan Sein Mematikan
Belum tentu ada kendaraan yang menggunakan lampu. Meski kendaraan tidak mengubah atau mengubah jalur. Tindakan ini sangat berbahaya karena pengguna jalan lainnya dapat memprediksi salah, terutama di persimpangan.
6. Suara Musik Terlalu Tinggi
Mendengar musik terlalu kuat mengurangi kewaspadaan pengemudi terhadap situasi di sekitar kendaraan. Anda tidak akan dapat mendengar tanduk atau peringatan yang diberikan oleh pengguna jalan lain.
7. Perhatikan Kecelakaan Lalu Lintas
Akhirnya, jangan berhenti atau memperlambat kendaraan jika terjadi kecelakaan di jalan. Ini berbahaya karena ada kendaraan lain dari belakang yang mempercepat dan terlambat mengantisipasi untuk mengurangi kecepatan kendaraan tiba-tiba. Jika kecelakaan itu terjadi tepat di tengah jalan di depan Anda, pelan-pelan nyalakan kendaraan dan bantu menarik korban ke jalan yang aman.